.

H.Adam,S.Ag

Hakim

Reza Nur Adikara, S.H.I.

Hakim

Salman Al-Farizi, S.H.I

Panitera

Samsudin, S.Ag

Abdullah Umar,S.H.I

Panitera Muda Hukum

Sakinah Al-hamidy, S.H.

Panitera Muda Gugatan

SUBHAN, S.H

Panitera Muda Permohonan

Abdullah Rauf, S.Kom

Kasubbag Umum dan Keuangan

Fahmi Said Hakim, S.H.,M.H.

Kasubbag Kepegawaian Ortala dan Tata Laksana

Maman Asyrakal

Jurusita Pengganti

Nasrudin Badu

Staf Umum dan Keuangan

Jafar Ishak

Satpam

Sumiyati, S.Kom

Pramubhakti/Staf Kepaniteraan

Muhammad Patiraja

Sopir/Staf Kepaniteraan

Aminah Mansyur, S.H.I

Pramubhakti/Staf Kepegawaian

Prosedur Mengajukan Banding

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

  1. Pihak yang tidak puas terhadap putusan Pengadilan Agama dapat mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Agama dalam hal putusan dengan hadirnya kedua belah pihak (contradictoir)
  2. Permohonan banding didaftarkan kepada petugas Meja I Pengadilan Agama yang memutus perkara.
  3. Pemohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, atau setelah diberitahukan dalam hal putusan tersebut diucapkan diluar hadir pihak.
  4. Pemohon banding membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).
  5. Permohonan banding tersebut selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja harus telah diberitahukan kepada pihak lawan.
  6. Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947).
  7. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk memeriksa berkas perkara (insage) di kantor Pengadilan Agama  (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).
  8. Selanjutnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding, Pengadilan Agama mengirimkan berkas perkara banding kepada Pengadilan Tinggi Agama oleh.
  9. Apabila perkara banding tersebut telah diputus oleh Pengadilan Tinggi Agama, maka salinan putusan banding tersebut dikirim oleh Pengadilan Tinggi Agama ke Pengadilan Agama yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak.
  10. Pengadilan Agama menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.
  11. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka :

·        Untuk perkara cerai talak :

1.      Ketua Majelis membuat Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak, dan memerintahkan kepada Jurusita untuk memanggil Pemohon dan Termohon guna pengucapan iktar talak.

2.      Setelah pengucapan ikrar talak, maka Panitera menerbitkan dan memberikan akta cerai kepada para pihak sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

·        Untuk perkara cerai gugat :

Panitera menerbitkan dan memberikan akta cerai kepada para pihak sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

Peta

Alamat: JL. Ahmad Yani, No. 10, 86218, Larantuka, Indonesia

 

Survey Pelayanan

Menurut Anda, Manakah yang perlu diperbaiki?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
 
Powered by Sexy Polling